Lumbung Pahala Yang sering Kita Lupakan di Bulan Ramadhan

06 Juli 2014
Lumbung-lumbung pahala yang sering kita lupakan di bulan ramadhan

Kita terkadang sering menganggap remeh, dan menganggap sebelah mata. Diantar lumbung-lumbung pahalan yang harus kita jalankan adalah:
1. Menjaga sholat lima waktu
Bagi laki-laki khususnya wajib melaksanakan sholat berjamaah di masjid, terutama di bulan ramadhan ini, karena berlimpahnya pahala. Orang yang melaksanakan sholat pahalanya lebih besar dari puasa itu sendiri. Fenomena yang terjadi di masyarakat kita adalah saat memasuki malam pertama bulan ramadhan. Masjid atau mushola dipenuhi animo masyarakat yang hendak melaksanakan sholat tarawih, sampai sampai kita tidak bisa masuk masjid dan tidak kebagian tempat sholat. Sehingga ada yang sholat di halaman masjid, jalan depan masjid, polisi tidur, trotoar dan sebagainya. Kemudian keesokan harinya sekitar pukul 4 sore kita menuju masjid itu kembali dan kita tidak bisa masuk juga tapi bukan karena padatnya jumlah jamaah akan tetapi dikarenakan masjid masih terkunci karena tidak ada jamaah sama sekali. Ini membuktikan mereka terlalu semangat dalam melaksanakan sholat wajib. Banyak dari kita yang salah kaprah dalam menilai lumbung pahala ini. Ada sesorang yang di tanya mengapa tidak melaksnakan sholat maghrib, jawabannya adalah dikarenakan mau persiapan sholat tarawih katanya. Betapa besarnya pahala sholat, sehingga disebutkan jika seseorang telah melaksanakan sholat isya berjamaah, maka ia mendapatkan seperdua pahala sholat malam. Kemudian saat ia melaksanakan sholat subuh berjamaah ia akan mendapatkan setengh dari sholat malam kembali, sehingga orang yang melaksanakan sholat isya dan subuh berjamaah akan mendapat pahala sholat semalam suntuk. Imam Syafi’i mengatakan barang siapa yang sholat isya dan subuh berjamaah (di malam 10 hari terakkhir bulan ramadhan) maka dipastikan mendapatkan malam lailatul qodar.
2. Menjaga puasa kita dari dosa
Ini terkesan sederhana tetapi sangat susah alias ribet dalam meninggalkannya. Betapa banyak orang yang berpuasa ganjarannya hanyalah rasa lapar dan haus saja. Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan kotor maka Alloh tidak butuh ketika ia meniggalkan makan dan minum. Untuk itu kita juga harus puasa pendengaran, penglihatan dan lisan dari hal hal yang dilarang. Jadikan hari-hari berpuasa berbeda dengan hari biasanya. Banyak orang yang berpuasa tatkala ditawari makanan maka kan menolaknya, dipaksa sekalipun seingga diajak berantem ia akan hadapi demi mempertahankan puasanya. Akan tetapi saat seeorang ditawari bangkai manusia ia akan makan dengan lahapnya (hibah). Lihat sebagian kita mungkin mengalaminya, baru sahur tiga jam yang lalu kita sudah menyaksikan acara gosip di TV, ini adalah acara hibah yang kita akan mendapatkan dosanya saat menyaksikannnya.
3. Sholat tarawih bejamaah
Barang siapa sholat bersama imam sampai selesai maka ia akan mendapatkan pahala semalam penuh. Pada malam harinya kita dibolehkan melaksanakan tahajjud tanpa ditutup dengan witir. Karena tidak ada dua witir dalam satu malam. Barang siapa yang sholat tarawih dengna membaca 10 ayat dari alqur’an maka ia akan dicatat sebagai orang yang tidak lalai, barang siapa yang sholat tarawih membaca 100 ayat dari alqur’an maka dicatat baginya gelar taat, dan barang siapa yang sholat tarawih dengan membaca 1000 ayat dari alqur’an maka ia akan bersama malaikat.
4. Membca alqur’anul karim
Bulan ramadhan adalah bulan alqur’an, karena pada bulan ini diturunkan pertama kali alqur’an. Baran g siapa membaca pada bulan ini 1 ayat maka pahalanya akan dilipatkan menjadi 10 kali lipat. Maka bersemangatlah untuk membaca dan mempelajarinya. Ketika memasuki bulan ramadhan maka orang orang sebelum kita sangat bersemangat dalam membaca alqur’an. Imam Qodatah menghatamkan alqur’an dalam 3 hari. Ustman bin Affan menghatamkan alqur’an dalam sehari, Imam Syafi’i 2 kali sehari menghatamkan alqur’an. Waktu terbaik untuk membaca alqur’an adalah pada malam hari. Karena nabi Muhammad mempelajari alqur’an pada malam hari bersama malaikat jibril. Jika dibarengi dengan semangat dan tekad yang kuat, kitapun akan dapat mengikuti mereka. Ada kisah nyata bahwa seorang ibu yang mempunyai 6 anak dapat menghatamkan alqur’an dalam 3 hari. Ini artinya dia membaca alqur’an 10 jus dalam sehari. Kenapa ibu tersebut bisa? Ternyata karena ibu tersebut mampu mengatur waktunya untuk membaca alqur’an setiap waktu. Ada lagi beberapa orang yang sengaja mengambil jatah cuti pekerjaan dari perusahaanya pada bulan ramadhan. Dia gunakan cuti tersebut untuk fokus beribadah di bulan penuh berkah ini. Sehingga dalam 11 bulan dia berusaha untuk tidak bolos berangkat ke kantor kecuali hari libur atau tanggal merah. Mudah mudah itu menjadi amal kebaikan bagi dia dan menjadi pemicu semangat bagi kita. Ada lagi sebagian orang yang rela membayar mahal ongkos perjalanan ke kantornya, dia menyewa taxi untuk berangkat dan pulang kantor. Karena jika dia membawa kendaraan sendiri akan banyak waktu yang terbuang, akan tetapi kalau menggunakan taxi dia bisa istirahnat disana atau bisa sambil membaca alqur’an. Baginya biarlah tekor di dunia akan tetapi untung di akhirat.
5. Berdoa
Banyak orang yang berpuasa melupakan berdoa, padahal nabi telah mengabarkan kepada kita bahwa ada 3 waktu doa yang mustajab diantaranya do’a ketia orang yang sedang berpuasa.
Hubungan ramadhan dengan do’a sangatlah erat, waktu dikabulkannya doa orang berpuasa yaitu dari subuh sampai menjelang berbuka.
Waktu berdo’a yang paling mustajab yaitu saat akan berbuka, karena ada hadits dhoif yang maknanya benar menerangkan hal tersebut. Ada beberapa alasan yang menjadikan do’a tersebut dapat terkabul, kidahnya adalah: semakin kita hina dan lemah maka semakin diijabah do’a kita. Untuk itu marilah kita renungkan adab-adab dalam berdoa seperti:
Mengangkat tangan, karena dalam hadits disebutkan bahwa Alloh malu jika ada seorang hamba berdo’a dengan mengangkat tangannya akan tetapi Alloh tidak mengabulkannya. Seseorang yang mengangkat tangannnya menunjukan kehinaan. Kita analogikan kepada seseorang pengemis yang menengdahkan tangganya meminta belas kasihan, lihatlah dia dalam keadaaan terhina.
6. Memberikan makan berbuka
Memberi makan orang berbuka puasa bukan hanya kepada fakir miskin dan anak yatim, akan tetapi ada yang perlu kita bidik dalam memberi makan yaitu orang orang sholih. Alasannnya adalah kita akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang beri kita makan untuk berbuka. Karena setiap pahala orang tentunya berbeda, dan kita akan mendapatkan pahala seperti orang yang sholeh tersebut.
7. Mamaksimalkan waktu 10 hari terakhir
Yaitu dengan beritikaf terutama di 10 hari terakhir bulan ramadhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: