Fiqhul Hadits

Fiqhul Hadits by Ust. Adi
Hadits 1

Segala pekerjaan seseorang tergantung niatnya, niat inlah yang membedakan antara ibadah dengan adat kebiasaan.
Dalam hadits diatas ada pernyataan tentang hijrah, artinya secara bahasa adalh meninggalkan, barang siapa hijrahnya kepada Alloh dan rosulnya, artinya sesorang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Alloh, maka ia akan mendapatkan pahala. Namun apabila sebaliknya, ia meninggalkan ketaatan kepada Alloh kepada urusan dunia atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya maka ia akan mendapatkan itu saja. Namun di akhirat ia termasuk orang yang rugi.
Hijrah sewaktu nabi masih hidup adalah hijrah (berpindah) para sahabat dari Makkah ke Madinah. Sedangkan sekarang bagi kita adalah hijrahnya dengan cara mempelajari sunnahnya. Maka ketika seseorang mempelajari sunnah Nabi ia akan melaksanakannya, sehingga dia tidak akan meninggalkannya yang berarti dia berpindah dari kesibukan urusan dunia ke urusan agama.
Amal yang diterima harus memnuhi dua syarat. Yang pertama adalha ikhlas, yaitu niat kita dalam beramal adalah untuk mendapatkan ridho Alloh Subahanahuwata’ala. Kemudian yang kedua adalah mutaba’ah (mengikuti). Artinya setiap ibadah yang kita lakukan haruslah mengikuti contoh, yaitu apa apa yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shollallohu’alaihiwasalam dan para sahabatnya. Walaupun ikhlas dalam beramal ternyata itu belum cukup, harus mengikuti contoh yang ada, untuk itulah Alloh Subhanahuwata’ala mengutus Nabi dan Rosul untuk mengajari kita bagaiman tata cara beribadah yang benar, karena dari mana kita akan tau cara beribadah kepada Alloh tanpa ada contoh terlebih dahulu. Nabi bersabda :
من عمل عملا, ليس أمرنا فهو رد
Oleh karena itu kita harus mangikuti contoh dalam beribadah.
Selanjutnya syarat-syarat mengikutinya sebuah amalan adalah dilihat dari bebrapa hal diantaranya:
1. Jenis, contohnya tatkala kita akan menyembelih hewan qurban, maka jenis hewan yang akan disembelih harus sesuai yang diajarkan nabi, contohnya kambing, unta, sapi. Maka orang yang berkurban di hari Idul Adha dengan seekor kuda tidak akan diterima, karena menyalisihi perintah
2. Jumlah, dalam ibadah jumlah bilangannya ada yang sudah ditentukan, contohnya adalah jumlah rokaat sholat dhuhur empat rokaat, maka oarng yang melaksanakan sholat dhuhur dengan lima rokaat atau kurang dari emapt rokaat sholatnya tidak diterima
3. Kaifiyah (tatacara), tata cara manasik haji sudah dijelaskan nabi Muhammad Sholallohu’alaihiwasalam
4. Waktu, puasa ramadhan hanya dilaksanakan pada bulan ramadhan, haji hanya dilaksanakan pada musim haji
5. Tempat, tempat haji dan umrah adalah di Makah, maka tidak boleh seseorang melaksanakan ibadah haji dan umrah di selain makah.
6. Sebab, sebab seseorang harus mandi wajib diantaranya, haid, nifas, jima’, mimpi basah.
Inilah syarat mengikutinya sbuah amal.

Hadits 2,
لا يقبل الله صلاة أحدكم إد أحدث حتى يتوضأ
Alloh tidak menerima sholat seseorang jika berhadats sampai ia berwudhu.
أحدكم, berlaku untuk individu atau orang secara umum (tidak temasuk anak kecil yang belum baligh).
Hadats terbagi menjadi dua, yaitu hadats kecil dan hadats besar.
Hadats kecil disebabkan karena keluarnya sesuatu dari 2 lubah (kemaluan dan anus), untuk mensucikannya kita harus berwudhu.
Sedangkan hadats besar disebabkan karena mimpi basah, haid, atau jima walapun tidak sampai keluar sperma.

Hadits 3,
Celakalah seseorang yang tidak membasuh tumit kakinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: