Pagi yang Indah

Sabtu, 28 Juni 2014 uyab
Dipagi yang semoga Alloh Subhanahuwata’ala memberkahi saya dalam menyusun tulisan ini, insyaAlloh dalam tulisan ini saya akan ceritakan kegiatan yang telah saya jalani pada hari sebeulumnya.
Jum’at 27 Juni 2014, hari yang Alloh Subhanahuwata’ala berkahi saya memulai aktivitas dengan Alloh bangunkan aku saat adan subuh berkumandang, aku mengambil wudhu dilanjutkan melaksanakan sholat sunnah fajar, lalu aku pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat subuh berjama;ah.
Seperti biasa selasai sholat subuh aku membaca dikir pagi, mudah-mudahan amal ini senantiasa aku dawamkan dan Alloh memberikan keistiqomahan kepadaku, aminn.
Selepas membaca dikir pagi, selanjutnya aku membaca alqur’an dan membaca buku yang pernah aku pelajari di takhassus (kursus) bahasa Arab di Bintaro.
Berdasarkan hasil rapat hari kamis malam, aku ditugasi untuk pergi ke bank untuk menanyakan persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk pembuatan rekening yayasan.
Setelah aku mandi dan sarapan aku memutuskan untuk pergi ke bank pada pukul 08.10 WIB. Bank yang pertama kali aku kunjungi adalah bank BXA cabang Pamulang. Saat aku masuk ke lokasi parkir dan hendah menekan tombol pintu parkir, seorang petugas keamanna (satpam berpakain putih) menyruhku untuk langsung masuk dan langsung memarkirkan motorku. Lalu aku bertanya kepadanya apakah bank BCA telah buka dan beliau melihat jam tangannya dan menjawab biasanya jam segini sudah buka mas, lalu menyuruhku untuk langsung masuk. Saat aku masuk, sudah ada bebrapa orang yang suadah berdiri di depan pintu rolling door dan aku melihat para petugas bank sudah bersiap siap melayani konsumen, tidak lama kemudian pintu dibuka oleh petugas dan aku ikut berbondong masuk ke dalam, karena apda hari itu saya akan menanyakan tentang persyaratan pembukaan rekening maka aku harus menuju custumer service. Petugas yang membantu mengambilkan nomor antrian bertanya padaku apa keperluaannya dan aku menjawab akan buka rekening baru maka beliau memberikan nomor antrian B005. Mulalilah saya menunggu antrian dengan cara duduk, alhamdulillah ssat itu aku membawa buku bacaan kecil yang dapat aku baca. Buku tersebut berjudul apa kata Imam Syafi’i tentang meluruskan shaf karya Ibnu Saini bin Muhammad. Ternyata lama juga menunggu antrian, karena durasi yang dibutukan untuk melayani satu konsumen saja sekitar 45 menit. Sementara pada bagian custumer service untuk pelayanan bukan pembukaakn rekening baru sudah sampai antrian ke 10. setelah beberapa lama aku menunggu akhirnya dipanggil juga nomor antrian B005, kebetulan saat itu tidak ada nomor antrkian B004. Aku dipersilahkan duduk oleh petugas bang tersebut, dan langsung ditanya apa yang bisa dia bantu. Akupun menjelaskan maksud dan tujuanku datang ke bank tersebut. Dengan segera petugas tersbut meyodorkan sebuah kertas yang berisi pesyaratan yang dibutuhkan untuk pembuatan rekening Yayasan dan saya menyodorkan beberapa pesyaratan yang dibutuhkan, akan tetapi kurang lengkap dan akhirnya petugas bank menyuruh saya untuk melengkap berkas yang dibutuhkan terlebih dahulu.
Setelah memperoleh beberap informasi dari bank tersebut, selanjutnya saya pergi ke kampus unpam fakultas teknik yang berada di witanharja untuk meminta surat keterangan mahasiswa. Laulu perjalanan saya lanjutkan ke Bank BNI Syariah yang berlokasi di Ruko Oggie Plasa. Saat saya menuju ke tempat parkir saya dismabut oleh petugas dan dikasih sebuah kartu paskir dan saya bertanya kepadanya apakah BNI syariah buka dan beliau menjawab buka. Saya langsung menuju BNI dan disambut satpam. Saya dikasih nomor antrian 04 dan saya dipersilahkan untuk duduk. Sekitar 10 menit saya menunggu antrian akhirnya aku dipanggil juga. Seperti di bank sebelumnya sayapun mengutarakan maksud kedatangab saya ke bank tersebut, lalu petugas bank itu memperlihatkan kepada saya selembar kertas yang berisi persyaratan untuk pembuatan rekening yayasan. Di bank ini pun saya diminta fotokopy akte pendidrian dan bank memberikan keringan dengan menitipkan kepada saya aplikasi pengajuan pembuatan rekening baru.
Perjalanan dilanjutkan ke Bank Mandiri untuk menyetorkan uang proposal sebesar Rp650.000. Kemudian aku lanjutkan untuk pergi ke masjid Assunah untuk melaksamakan sholat jum’at. Ba’da sholat saya betemu dengan ust. Aef Saefullah dan Harun. Lalu aku meminjam hardisk kepada belia yang hendak aku salin video belajar bahasa Arab takhassus. Setelahj selesai maka saya mohon iin kepada Ust. Aef untuk mengikuti pelajaran bahasa Arab di kelas Syari’ah.. dan selanjutnya aku pulang ke kosan. Rasa laper aku rasakan disepanjang perjalanan pulang, akhirnya aku putuskan untuk beli lauk di Wateg, aku beli ikan tongkol dan sayur bayam karena nasi sudah ada di kosan saya. Sesampainya di kosan saya segera makan sambil membuka video yang baru saya kopi dari masjid Assunah Bintaro. Rasa ngantuk menghampiri saya saat perut terasa kenyang, ini adalah kenikmatan yang Alloh berikan kepada saya karena banyak orang yang tidak bisa tidur. Saya set alam pada jam 14.45 WIB dan benar saja saya sudah cukup tidur. Badan saya terasa panas dan akhirnya akupun memutuskan untuk mandi dan dilanjutkan sholat Ashar. Selepas sholat saya membaca dikir petang, dan membaca alqur’an. Tetangga saya yang bernama pak Dedi Hariadi mengajak saya olah raga di lapangan, atau sekedar main bola plastik, akan tetapi saya menolak ajakannnya. Beliaupun pergi bersama Ust. Unang. Ust. Muslihin, Fian, Haris dan Fawas. Sementara saya masih duduk di kamar, namun lama kelamaan saya meraskan jenuh juga dan akhirnya aku putuskan untuk menuju lapangan ndan mengikuti olah raga karena aku pikir ini baik untuk kesehatan. Saat saya sampai di lapangan mereka sedang bermain operan bola ke gawang, saya lari lari kecil di sepanjang lapangan, kemudian dilanjutkan sparing. Tim saya ada ust. Muslihin dan Fian, sementara tim pak Dedi ada ust. Unang Haris. Baru bola meluncur saya sudah berhasil mamsukan bola ke gawang lawan dan peemnainan tambah seru. Tak terasa badan kami terasa sangat lelah, karena sudah berapa lama tidak bermain bola. Saya berharap kegiatan ini dapat dirutinkan setiap pekannya agar memperoleh manfaat yang diharapkan.
Kami pulang ke kontrakan dan istirahat, selanjutnya kami membersihkan badan, sebelumnya pak dedi membuat es the manis. Saya mencuci baju karena khawatir besoknya tidak sempat. Terlebih dahulu saya merendam baju dan dilanjutkan menguceknya. Setelah saya mandi dan menjemur pakaian adan berkumandang di beberapa masjid, sore itu adalah hari dimana saya biasa mengikuti kajian di masjid Al-Mujahidin, akan tetapi saya ragu apakah malam itu kajian diadakan atau tidak, karena pada pekan sebelumnya Ust. Muhtarom menyampaikan bahwa jika hari itu sudah mulai puasa, maka kajian akan di pindah di sore hari. Saya memutuskan untuk tetap pergi menuju masjid tersebut, dan sesampainya disana suasana memang sepi, teman saya Sobri menyusl dibelakang dan samapai 5 detik setelah saya. Dia berkata kepada saya kelihatannya ,alam ini kajian libur, akan tetapi saya menafikannya insyaalloh ada dengan jawaban yakin karena saya mwlihat banyak orang yang ikut melaksanakan sholat berjama’ah. Selesai solat saya memutuskan untuk pergi ke tempat kakak saya yang ke-3 dan 4.
Jalanan cukup macet saat saya melewati kawasan Permata Hijau. Waktu Isya’ telah masuk, saya mendapati masjid ada di dekat kawasan Permata Hijau, dan kemudian saya sholat disana. Perjalan saya lanjutkan, saat sampai di kawasan Jembatan 3, ada tetesan hujan, ternyata habis turun hujan di kawasan pluit. Akan tetapi beruntung saya tidak terkena hujan. Saya sampai di tempat kakak dan mengirimkan pesan singkat bahwa saya sudah ada di bawah untuk dibukakan pintu gerbang. Kakak saya tinggal di lantai 3. Saya ngobrol beberapa kata dengan kaka saya yang ke 3. dan tidak terasa sudah pukul 21.00 WIB. Selanjutnya saya minta diajari membuat program visual basic. Dan ternyata program yang ada di notebook saya kurang lengkap fiturnya. Selanjutnya saya buka buka file di Notebook saya dan mendapati filem yang berjudul alangkah lucunya negeri ini dan sayapun menontonnya. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 01.10 WIB, saya putuskan untuk istirahat. Namun sebelum istrirahat saya mengobrol terebuh dahulu bersama kakak saya yang ke 4, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 02.10 WIB. Saya atur waktu alarm pukul 04.45 WIB. Saya terbagun pukul 03.30 WIB namun saya lanjutkan kembali untuk tidur. Dan alhamdulillah Alloh membangunkanku saat pukul 04.43 WIB. Saya ambil wudhu di kamar mandi dan sholat sunnah fajar lalu sholat subuh, membaca Dikir pagi. Setelah itu saya menulis tulisan ini. Semoga bermanfaat.

Ditulis pada 28 Juni 2014 di pagi hari selepas subuh di Pluit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: