siapa yang tidak mendambakan tempat tinggal yang nyaman, lingkungan aman?
Ya, tentunya kita semua mendambaknnya.
Lalu yang jadi pertanyaan adalah apakah ada kriteria tempat tinggal tersebut?
Tulisan ini berawal dari sebuah pengalaman merantau di kota dengan tujuan menuntut ilmu. Alhamdulillah orang tua telah mempu membiayai sekolah sampai tingkat SMA, dan sekarang saatnya mencari biaya hidup sendiri mulai dari tempat tinggal, makan dan bekal mencari ilmu. Dengan tekat kesungguhan, ketekunan, dan tak kalah pentingnya restu dan doa dari kedua orang tua serta dukungan saudara saudara yang ada di perantauan juga maka bertambah semangatlah juang menuntut ilmu. Mengharapkan ridho Alloh Subhanahuwata’la tentunya yang menjadi tujuan utama menuntut ilmu ini, agar mendapatkan ilmu yang dapat menumbuhkan rasa takut kepada Rob semesta alam ini. Dan yang pastinya agar jiwa ini lebih berkualitas dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat serta tegaknya agama. Menuntut ilmu tidaklah mudah, berbagai hambatan sering di hadapi, terlebih di kehidupan kota dengan biaya yang tidak sedikit, lingkungan yang beraneka ragam, maka inilah yang menjadi tantangan. Tentunya harus selalu memohon perlindungan Alloh subhanahuwata’ala agar dilindungi dari perbuatan maksiat yang akan menjadi hambatan lanjutnya menuntut ilmu ini. Bersyukur diberi kesempatan oleh Alloh Subhanahuwata’ala belajar di sebuah universitas. Inilah sebuah anugerah yang wajib disyukuri karena tidak semua orang mendapatkannya. Terkadang ada saja halangan dan rintangan yang menunda kesempatan untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Perlu digaris bawahi bahwa tujuan kuliah bukanlah semata-mata untuk mendaptkan gelar, pekerjaan atau jabatan. Tapi dengan kuliah ini adalah bagaimana agar bisa bersikap dewasa dalam mehadapi suatu masalah dan bagaimana cara memecahkannya. Mata pelajaran yang diajarkan dibangku sekolah mulai dari SD sampai perguruan tinggi merupakan ajang latihan memecahkan sebuah masalah. Seperti mengerjakan soal matematika, IPA, dan yang lainnya. Karena masalah di kehidupan nyata kan lebih komplek lagi. Dengan latihan seperti inilah diharakan tatkala seseorang menghadapi problematika kehidupan ia akan lebih siap karena sudah terbiasa.
Masalah yang di hadapinya pun akan bebeda beda, seorang anak SD akan bebeda masalahnya dengan seorang Mahasiswa. Seorang santri berbeda dengan anak yang sekolah di SMP begitu seterusnya. Sma halnya dengan kehidupan nyata yang setiap orang memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Seorang mahasiswa di sebuah kota yang jauh dari keluarga akan mengahadapi masalah tempat tinggal/rumah kost. Dalam memilih tempat tinggal/rumah kost, yang menjadi pertimbangan pertama adalah dekat dengan lokasi kampus, pertaman agar biaya transportasi dapat dihemat, kedua tidak banyak waktu yang terbuang di jalan. Setelah menemukan rumah kost yang dekat dengan lokasi kampus selanjutnya adalah menentukan masalah makan. Anak kost biasanya ada yang makannya di Warteg, atau di kafe, atau ada juga yang kreatif masak sendiri walau cuma nasinya karena tinggal colok aja di magic com dan tinggal beli aja lauknya sesuai selera, ini lebih menghemat, tapi harus mau ribet sedikit sih, karena perlu mencuci peralatan makan dan sebagainya.
Kembali lagi ke masalah tempat tinggal, kenyamanan lingkungan sangat diperhatikan, karena tujuan utama kita tinggal di suatu tempat adalah untuk beristirahat dari penatnya aktivitas sehari hari. Tempat tinggal yang dekat dengan tempat ibadah dan lingkungan orng orang yang taat beribadah dapat menumbuhkan semangat beribadah juga, begitu juga sebaliknya, jika lingkungan tersebut lebih dominan oleh orang orang yang sukanya hura hura maka akan timbulah keingina untuk melakukan hal tersebut.
Berpindah tempat tinggal terkadang kita alami, dengan berbagai alasan, ada yang alasanya karena pindah pekerjaan, atau agar lebih dekat dengan lingkungan tertentu dan lainnnya.
Memang faktor lingkungan menentukan sikap kita, tapi sebenarnya dimanapun tempat tinggal yang terpenting bagaimana sikap kita dalam beradaptasi. Apakah kita akan terwarnai dengan lingkungan atau kita yang akan mewarnai. Jika seseorang taat beribadah dimanapun berada, maka lingkungan tidak akan berpengaruh banyak terhadapnya. Memang tidak salah kita berharap lingkungan yang taat beribadah, tetapi malah tekadang saat kita sudah berada di lingkungan tersebut malah timbulah rasa malas menjalankan ibadah di dalam diri kita. Contohnya saat kita dekat dengan masjid, maka kita akan lebih santai berangkat ke masjid tersebut, berbeda dengan yang rumahnya jauh dari masjid, terkadang mereka lebih datang awal. Begitu juga dengan fasilitas yang ada. Saat semua fasilitas yang dapat memudahkan kita ada, maka rasa malas itu akan timbul.
Jadi kesimpulannya. Sebuah lingkungan tempat tinggal adalah penting.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: