Niat adalah

sesungguhnya amalan itu tergantung niat.
orang itu punya niat macam2. walaupun komposisi perjalananya baik tapi bisa niat buruk
ada orang berkorupsi dengan niat kebaikan. misal mau bantu orang di desanya dll.
ketika kita menjalani hal- hal yang baik saat ini maka kita harus memperbaiki niat kita.
seorang hamba adalah apa kata tuannya. sami’na wato’na.
sebagai abid adalah niatnya ibadah.
berangkat dari niat ibadah inilah maka kita tetap pegang teguh ibadah.
sesungguhnya niat dilihat juga di akhirnya, ketika diawal kita sudah niat baik, maka ditengah kita harus jaga dan diakhirnya harus tetap baiak.
perbaharui niat,
niatkan kebaikan untuk orang lain banyak orang yang mendoakan,
potensi yang ada dikita bermanfaat tidak?
harta, ilmu, tenaga, pikiran dll
Mata pelajaran tidak lebih penting dari akhlak yang diperoleh. seorang hamba memiliki tujuan yang jelas
manager yang baik adalah bagaimana biar kita bisa digantikan oleh orang lain.

Advertisements

Silaturahmi di hari yang Fitri

07 Agustus 2014

Di pagi hari yang cerah di kamar kecil, ditamani segelas the hangat dan jangung bakar, saya ketik tulisan ini.

Jika kamu ingin sukses maka kamu harus belajar dari banyak orang. Karena kehidupan di pedesaan berbeda dengan kehidupan kota. Di desa jumlah orang terbatas, sehingga pengetahuanpun akan terbatas pula. Tidak seperti di kota, banyak orang dari berbagai macam karakter dan pendidikan, inilah yang akan membuka jendela ilmu pengetahuan, kamu dapat menimba ilmu dari mereka.
Kunci sukses hidup di desa diantarnaya kamu harus bisa berakhlak yang baik. Minimal saat bertemu seseorang senyum, ditambah tegur sapa. Ini akan menghilangkan kesan sombong. Inilah modal awal bagi kamu untuk masa depan kamu dalam bermasyarakat. Lihat saja seseorang yang ingin mencalonkan dirinya sebagai wakil rakyat. Biasanya sebelum pemilihan mereka mencoba mencari simpatisan masyarakat dengan cara berkunjung ke rumah rumah dan memberikan beberapa bantuan. Tentunya ini membututuhkan modal yang besar. Berbeda kalau sebelumnya memang orang tersebut sudah menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, ini bisa dengan mudah memperoleh suara masyarakat.
Janganlah kamu besar-besarkan masalah perbedaaa dalam agama yang ada. Kerena ini sangat rentan menimbulkan perpecahan antar sesama. Kamu jangan terang terangan menampakan perbedaan. Kedepankan masalah akhlak, ajari orang-orang yang kita cintai dengan akidah yang benar.
(Pesan dari Ust. Mahmuri)

Perjalanan ke Semarang

Selasa, 15 Juli 2014
Sebelum tidur saya atur alarm hp saya pukul 02.45 WIB. Berharap Alloh membangunkan saya pada jam tersebut. Akan tetapi saya tidak mendengar suara alarm hpku, sampai teman saya mengetok pintu dan membangukan saya dari tidur. Teman saya tersebut bertanaya kepada saya apakah saya sudah siap.Saat saya lihat hp ternyata waktu menujukan pukul 03.00 WIB, saya teringat bahwa saya harus bersiap siap menuju setasiun Pasar Senen. Sementara teman saya dan keluarganya sudah bersiap-siap sedangkan saya baru bangun tidur, Sobri, teman satu kost saya pun ikut terbangun, saya segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Sobri menyarankan saya untuk telpon supir taxi terlebih dahulu. Namun saya buru-buru masuk kamar mandi. Usai mandi saya mencoba telpon supir taxi yang telah aku pesan sebelumnya. Beberapa kali saya telpon tidak ada jawaba, mungkin dia tertidur. Saya teringat dia kataakan kalau telpon tidak diangkat mungkin tidur. Saya segera menuju lokasi tempat dia mangkal dengan menggunakan motor milik Sobri. Benar saja, saya dapati dia sedang tidur pulas. Saya ketok kaca pintu mobi, dia keget dan terbangun, dia buka kaca mobilnya dan berkata kepada saya, yah mas tadi masih jam 1 ko cepet sekali ya. Saya balas dengan senyuman. Tanpa menghabiskan banyak waktu saya langsung mengajaknya untuk mengikuti saya dari belakang. Udara saat itu sangatlah dingin. Sampailah dipertigaan jalan menuju tempat saya tinggal, ada sedikit kendala yang dialami supir taxi karena jalannya sempit dan sempat mobilnya sempat tergores dibagian bawahnya oleh gundukan tanah sisa galihan. Saya jadi merasa bersalah, tapi inilah qodarullah. Segera saya parkirkan motor dan teman saya sekeluarga bersiap dengan terlebih dahulu memasukan barang bawaannya ke bagasi mobil.
Waktu menunjukan pukul 03.20WIB, Kami berangkat setelah berpamitan kepada teman satu kost saya Sobri. Jalanan lengang, sehingga kendaraann dapat terpacu dengan cepat. Saat sampai di perempatan Fatmawati kami memutuskan untuk makan sahur dengan bekal yang kami bawa. Pak supir mengambil rute fly over Antasari dan keluar di bundaran patung pemuda Sudirman mengambil ke arah Bundaran HI. Saat bertemu bundaran monas ke kanan arah stasiun Gambir, dilanjutkan ke arah kanan Tugu Tani, ke arah kiri Stasiun Pasar Senen.
Pukul 03.30 WIB, sampai di Stasiun, kami langsung mencari mushola atau masjid. Saya bertanya ke petugas dimana kami harus masuk untuk jurusan semarang setelah tahu kami menuju mushola. Kami tidak mendapati toilet/ kamar mandi akhirnya saya mencari toilet yang ada di luar area stasiun. Usai dari toilet saya kembali ke mushola dan telah waktu masuk subuh, sholat jamaah di mushola tersebut telah dimulai dan saya pun menjadi makmum masbuk. Usai sholat saya segera keluar dan bergantian untuk menjaga barang bawaan kami. Setelah kami semua selesai melaksanakan sholat selanjutnya kami menuju peron 1 untuk pemeriksaan tiket. Setelah memasuki peron, saya langsung bertanya ke petugas gerbong 4, petugas pun menunjukan kepada saya. Kereta yang akan saya naiki adalah kereta Api Tawang Jaya/178 kelas ekonomi/K3AC dengan nomor kursi 21A,21B,21C,22A,22B.
Waktu menunjukan pukul 05.10 WIB, kereta masih gelap dan para penumpang belum diperbolehkan naik. Lampu di halaman/peron tiba-tiba mati, saya kira mati lampu tapi ternyata ini sengaja dimatikan, ini mungkin salah satu cara untuk penghematan listrik. Waktu menunjukan pukul 06.00WIB, sudah ada beberapa penumpang yang naik ke kereta tersebut. Sayapun mencoba naik untuk mengecek dimana kami akan duduk nantinya. Saya mendapatinya dan segera mengajak teman saya dan keluarga untuk naik. Kami duduk tenang setelah kami memposisikan barang bawaan. Udara di dalam kereta masih sangat pengap karena AC belum di nyalakan. Tiba-tiba ada seorang yang berkata bahwa kereta akan di putus. Saya mengabaikan saja karena saya pikir itu bukan petugas yang berbicara. Ternyata benar, kereta berjalan mundur dan gerbong dua dipindahkan, akhirnya kami pun disuruh untuk pindah ke gerbong belakang karena posisi gerbong sudah berpindah. Jadwal pembarangkatan akhirnya terlambat. Berapa menit kami nunggu tapi kami bersyukur karena lampu Dan AC gerbong sudah dinyalakan. Pukul 07.00WIB, kereta bertolak dari stasiun Pasar Senen. Kami memanjatkan do’a kepada Alloh Subahanahu wata’ala agar dimudahkan dan diselamatkan dalam perjalanan maenuju Semarang ini. Semoga perjalanan ini membuahkan ilmu yang bermanfaat.
Ini merupakan pengalaman pertama saya naik kereta jarak jauh. Terimakasih kepada PT. Kereta Api Indonesia yang telah berusaha memperbaiki sistem perjalan kereta api khususnya pada sistem pemesanan tiket. Ini menghindarkan oknum oknum yang kurang bertanggung jawab. Semoga sistem perkeretaapian di Indonesia semakin baik dan diperbaiki, agar dapat membarikan layanan yang dapat dinikmati semua lapisan masyarakat.

Menuntut Ilmu Jihad Terbesar

Menuntut ilmu, jihad terbesar dari dua jihad
Jihad dengan hujjah/ilmu, ini merupakan jihad terbesar dan musuhnya lebih banyak, karena mempertahankan dinnul islam dari serangan baik dari luar ( serangan ajaran/subhat yang mereka measukan) atau dari dalam tubuh kamum muslimin itu sendiri.
Ini merupaka jihadnya para nabi dan rosul.
Kekuatan Islam yang pertama danterbesar adalah ilmu, kemudian yang kedua adalah jihad dalam arti perang, dan yang kedua ini membutuhkan ilmu. Oleh karenanya seorang mujahid harus butuh ulama yang akan mengarahkannya ke jalan yang benar.
Lihat sekarang Yahudi membantai saudara-saudara kita,
Jangankan kita, nabi saja mereka bunuh, bahkan beberapa kali mereka merencanakan pembunuhan terhadab Nabi Muhammadad akan tetapi Alloh menjaganya.
Pernah suatu saat nabi diundang makan oleh slah seorang wanita Yahudi, ternyata pada makanan yangk dimakan nabi ada racun.
Tidak aneh mereka membantai anak anak, wanita dan orang tua, masyarakat sipil, karena memang demikian.
Kita telaah dari alaqurr’an, bahwa mereka adalah orang yang dimurkai, mereka tahu banyak ilmu akan tetapi menyembunyikannya dan tidak mau mengammalkannya.
Untuk mencapai kemenangan kita harus menjauhinya perbuatannya.
“ laknat Alloh atas Yahudi dan Nashoro, yang telah menjadika kubur kubur nabi mereka masjid’
Kenapa kaum muslimin selalu kalah dengan Yahudi? Karena ada sebab sebabnya yaitu: tidak mengikuti jalan nabi
Alloh tidak akan menolong seseorang yang tidak berjalan diatas syariatnya.
“sungguh pasti kamu akan mengikuti sunnhanya (ajaran, perjalanan, kelakuan) orang-orang sebelum kamu sampai jika mereka masuk lubang dobt kamu akan mengikuti juga. Siapa mereka siapa lagi ( Yahudi)
Siapa yang membuat demokrasi?, orang Yunani, musrikin, Yahudi yang mempopulerkannya.
Siapa yang mengangkat riba? Nsiapa yang pertama kali mebuat bank?
Kita harus kembali kepada cahaya sunnah berjalan diatas agama nabi, jauhi perjalanan agama orang-orang di luar islam.
Runtuhnya rakyat palestina oleh pasukan salib adalah karena adanya penympangan terhadap sunnah.

Setiap orang akan sedih bercampur marah jika melihat saudara-saudaranya dibanuh dan dibantai. Bagaimana sikap kita?
Doakan saudara saudara kita akan diberi kekuatan dan diberi pertolongan oleh Alloh
Sumbangkan sebagian rejeki kita kepada mereka
Sampaikan desakan kepada pemerintah dengan cara yang baik agar menghentikan pembantaian.

Da’wah salafiah: menda’wahkan orang ke jalan yang benar dan tidak merubah sistem
da’wah harokiyah: merubah sistem, masuk kesistem dan membuat partai.

da’wahnya para nabi tidak pernah mencaci maki, nabi Musa tidak mencela Fir’aun, Nabi Muhammad tidak mencaci maki Abu Jahal.

Seorang da’i hanya menyeru/ mengajak kepada Alloh subahanuhuwta’ala.

Wallohu’alam.
@asunnah 13-07-2014

Nasihat Kematian

07 Juli 2014
Nasehat kematian
Setiap yang bernyawa pasti akan mati.
Akan disempurnakan balasannnya dihari kiamat.
Amalan apa yang sudah aku lakukan setelah tahu ilmunya.
Sudahkah aku menyebarkan salam kepada sesama muslim?,
Kesalahan kita di dunia belum dibalas semuanya. Begitu juga kebaikan kita di dunia ini belum Alloh balas semuanya.
Semua yang menimpamu didunia desebabkan tanganmu. Macet dikarenakan dosa riba. Banyak kendaraan kredit dijalan yang membuat kemacetan.
Tidak akan bergeser kaki seseorang sampai ditanya tentang 4 hal:
Umur, untuk apa dihabiskan
Harta, dua pertanyaan untuk harta, dari mana dan kemana dibelanjakan. Ada yang mendapatkman harta dengan cara yang halal kemudian membelanjakannya di jalan yang halal inilah keberuntungan. Ada pula yang mendapatkan harta dengan cara yan g halal akan tetapi dibelanjakan untuk jalan yang tidak diridhoi oleh Alloh Subhanahuwata’ala, ini merupakan kesia-siaan, kita berlindung kepada-Nya.

 

@Ust. Sulam Mustareja

Lumbung Pahala Yang sering Kita Lupakan di Bulan Ramadhan

06 Juli 2014
Lumbung-lumbung pahala yang sering kita lupakan di bulan ramadhan

Kita terkadang sering menganggap remeh, dan menganggap sebelah mata. Diantar lumbung-lumbung pahalan yang harus kita jalankan adalah:
1. Menjaga sholat lima waktu
Bagi laki-laki khususnya wajib melaksanakan sholat berjamaah di masjid, terutama di bulan ramadhan ini, karena berlimpahnya pahala. Orang yang melaksanakan sholat pahalanya lebih besar dari puasa itu sendiri. Fenomena yang terjadi di masyarakat kita adalah saat memasuki malam pertama bulan ramadhan. Masjid atau mushola dipenuhi animo masyarakat yang hendak melaksanakan sholat tarawih, sampai sampai kita tidak bisa masuk masjid dan tidak kebagian tempat sholat. Sehingga ada yang sholat di halaman masjid, jalan depan masjid, polisi tidur, trotoar dan sebagainya. Kemudian keesokan harinya sekitar pukul 4 sore kita menuju masjid itu kembali dan kita tidak bisa masuk juga tapi bukan karena padatnya jumlah jamaah akan tetapi dikarenakan masjid masih terkunci karena tidak ada jamaah sama sekali. Ini membuktikan mereka terlalu semangat dalam melaksanakan sholat wajib. Banyak dari kita yang salah kaprah dalam menilai lumbung pahala ini. Ada sesorang yang di tanya mengapa tidak melaksnakan sholat maghrib, jawabannya adalah dikarenakan mau persiapan sholat tarawih katanya. Betapa besarnya pahala sholat, sehingga disebutkan jika seseorang telah melaksanakan sholat isya berjamaah, maka ia mendapatkan seperdua pahala sholat malam. Kemudian saat ia melaksanakan sholat subuh berjamaah ia akan mendapatkan setengh dari sholat malam kembali, sehingga orang yang melaksanakan sholat isya dan subuh berjamaah akan mendapat pahala sholat semalam suntuk. Imam Syafi’i mengatakan barang siapa yang sholat isya dan subuh berjamaah (di malam 10 hari terakkhir bulan ramadhan) maka dipastikan mendapatkan malam lailatul qodar.
2. Menjaga puasa kita dari dosa
Ini terkesan sederhana tetapi sangat susah alias ribet dalam meninggalkannya. Betapa banyak orang yang berpuasa ganjarannya hanyalah rasa lapar dan haus saja. Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan kotor maka Alloh tidak butuh ketika ia meniggalkan makan dan minum. Untuk itu kita juga harus puasa pendengaran, penglihatan dan lisan dari hal hal yang dilarang. Jadikan hari-hari berpuasa berbeda dengan hari biasanya. Banyak orang yang berpuasa tatkala ditawari makanan maka kan menolaknya, dipaksa sekalipun seingga diajak berantem ia akan hadapi demi mempertahankan puasanya. Akan tetapi saat seeorang ditawari bangkai manusia ia akan makan dengan lahapnya (hibah). Lihat sebagian kita mungkin mengalaminya, baru sahur tiga jam yang lalu kita sudah menyaksikan acara gosip di TV, ini adalah acara hibah yang kita akan mendapatkan dosanya saat menyaksikannnya.
3. Sholat tarawih bejamaah
Barang siapa sholat bersama imam sampai selesai maka ia akan mendapatkan pahala semalam penuh. Pada malam harinya kita dibolehkan melaksanakan tahajjud tanpa ditutup dengan witir. Karena tidak ada dua witir dalam satu malam. Barang siapa yang sholat tarawih dengna membaca 10 ayat dari alqur’an maka ia akan dicatat sebagai orang yang tidak lalai, barang siapa yang sholat tarawih membaca 100 ayat dari alqur’an maka dicatat baginya gelar taat, dan barang siapa yang sholat tarawih dengan membaca 1000 ayat dari alqur’an maka ia akan bersama malaikat.
4. Membca alqur’anul karim
Bulan ramadhan adalah bulan alqur’an, karena pada bulan ini diturunkan pertama kali alqur’an. Baran g siapa membaca pada bulan ini 1 ayat maka pahalanya akan dilipatkan menjadi 10 kali lipat. Maka bersemangatlah untuk membaca dan mempelajarinya. Ketika memasuki bulan ramadhan maka orang orang sebelum kita sangat bersemangat dalam membaca alqur’an. Imam Qodatah menghatamkan alqur’an dalam 3 hari. Ustman bin Affan menghatamkan alqur’an dalam sehari, Imam Syafi’i 2 kali sehari menghatamkan alqur’an. Waktu terbaik untuk membaca alqur’an adalah pada malam hari. Karena nabi Muhammad mempelajari alqur’an pada malam hari bersama malaikat jibril. Jika dibarengi dengan semangat dan tekad yang kuat, kitapun akan dapat mengikuti mereka. Ada kisah nyata bahwa seorang ibu yang mempunyai 6 anak dapat menghatamkan alqur’an dalam 3 hari. Ini artinya dia membaca alqur’an 10 jus dalam sehari. Kenapa ibu tersebut bisa? Ternyata karena ibu tersebut mampu mengatur waktunya untuk membaca alqur’an setiap waktu. Ada lagi beberapa orang yang sengaja mengambil jatah cuti pekerjaan dari perusahaanya pada bulan ramadhan. Dia gunakan cuti tersebut untuk fokus beribadah di bulan penuh berkah ini. Sehingga dalam 11 bulan dia berusaha untuk tidak bolos berangkat ke kantor kecuali hari libur atau tanggal merah. Mudah mudah itu menjadi amal kebaikan bagi dia dan menjadi pemicu semangat bagi kita. Ada lagi sebagian orang yang rela membayar mahal ongkos perjalanan ke kantornya, dia menyewa taxi untuk berangkat dan pulang kantor. Karena jika dia membawa kendaraan sendiri akan banyak waktu yang terbuang, akan tetapi kalau menggunakan taxi dia bisa istirahnat disana atau bisa sambil membaca alqur’an. Baginya biarlah tekor di dunia akan tetapi untung di akhirat.
5. Berdoa
Banyak orang yang berpuasa melupakan berdoa, padahal nabi telah mengabarkan kepada kita bahwa ada 3 waktu doa yang mustajab diantaranya do’a ketia orang yang sedang berpuasa.
Hubungan ramadhan dengan do’a sangatlah erat, waktu dikabulkannya doa orang berpuasa yaitu dari subuh sampai menjelang berbuka.
Waktu berdo’a yang paling mustajab yaitu saat akan berbuka, karena ada hadits dhoif yang maknanya benar menerangkan hal tersebut. Ada beberapa alasan yang menjadikan do’a tersebut dapat terkabul, kidahnya adalah: semakin kita hina dan lemah maka semakin diijabah do’a kita. Untuk itu marilah kita renungkan adab-adab dalam berdoa seperti:
Mengangkat tangan, karena dalam hadits disebutkan bahwa Alloh malu jika ada seorang hamba berdo’a dengan mengangkat tangannya akan tetapi Alloh tidak mengabulkannya. Seseorang yang mengangkat tangannnya menunjukan kehinaan. Kita analogikan kepada seseorang pengemis yang menengdahkan tangganya meminta belas kasihan, lihatlah dia dalam keadaaan terhina.
6. Memberikan makan berbuka
Memberi makan orang berbuka puasa bukan hanya kepada fakir miskin dan anak yatim, akan tetapi ada yang perlu kita bidik dalam memberi makan yaitu orang orang sholih. Alasannnya adalah kita akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang beri kita makan untuk berbuka. Karena setiap pahala orang tentunya berbeda, dan kita akan mendapatkan pahala seperti orang yang sholeh tersebut.
7. Mamaksimalkan waktu 10 hari terakhir
Yaitu dengan beritikaf terutama di 10 hari terakhir bulan ramadhan.

Nikmat

03 Juli 2014
Ini semua karunai Alloh

Beberapa nikmat yang Alloh berikan kepada saya diantaranya;
Nimatnya punya tetangga yang baik.
Siapa yang tidak ingin memiliki tetangga yang baik, tentunya hampir semua kita mendambakannnya. Sungguh inilah nikmat yang telah Alloh berikan kepada saya. Bayangkan saja jika kita mempunyai tetanggga yang tidak baik, yang ada hanyalah kebencian dan rasa iri hati terhadapnya.
Nimatnya punya teman yang baik
Agama seseorang tergantung agma temannya, nah dari sini sudah diketahui bahwa jika kita memiliki teman yang baik agamanya maka dapat dipastikan pula kita akan baik agama. Karena bagitu besar pengaruh teman tehadap pemahan agaman kita.
Nikmatnya punya lingkungan tempat tinggal yang nyaman.
Sessorang yang di pagi hari bagun tidur dalam keadaan aman dan nyaman kemudian mendapatinya sesuatu yang dapat dimakan maka ia telah memperoleh dunia. Karena sesorang bekerja untuk sesuap nasi. Dan juga mengharapkan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

Fiqhul Hadits

Fiqhul Hadits by Ust. Adi
Hadits 1

Segala pekerjaan seseorang tergantung niatnya, niat inlah yang membedakan antara ibadah dengan adat kebiasaan.
Dalam hadits diatas ada pernyataan tentang hijrah, artinya secara bahasa adalh meninggalkan, barang siapa hijrahnya kepada Alloh dan rosulnya, artinya sesorang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Alloh, maka ia akan mendapatkan pahala. Namun apabila sebaliknya, ia meninggalkan ketaatan kepada Alloh kepada urusan dunia atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya maka ia akan mendapatkan itu saja. Namun di akhirat ia termasuk orang yang rugi.
Hijrah sewaktu nabi masih hidup adalah hijrah (berpindah) para sahabat dari Makkah ke Madinah. Sedangkan sekarang bagi kita adalah hijrahnya dengan cara mempelajari sunnahnya. Maka ketika seseorang mempelajari sunnah Nabi ia akan melaksanakannya, sehingga dia tidak akan meninggalkannya yang berarti dia berpindah dari kesibukan urusan dunia ke urusan agama.
Amal yang diterima harus memnuhi dua syarat. Yang pertama adalha ikhlas, yaitu niat kita dalam beramal adalah untuk mendapatkan ridho Alloh Subahanahuwata’ala. Kemudian yang kedua adalah mutaba’ah (mengikuti). Artinya setiap ibadah yang kita lakukan haruslah mengikuti contoh, yaitu apa apa yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shollallohu’alaihiwasalam dan para sahabatnya. Walaupun ikhlas dalam beramal ternyata itu belum cukup, harus mengikuti contoh yang ada, untuk itulah Alloh Subhanahuwata’ala mengutus Nabi dan Rosul untuk mengajari kita bagaiman tata cara beribadah yang benar, karena dari mana kita akan tau cara beribadah kepada Alloh tanpa ada contoh terlebih dahulu. Nabi bersabda :
من عمل عملا, ليس أمرنا فهو رد
Oleh karena itu kita harus mangikuti contoh dalam beribadah.
Selanjutnya syarat-syarat mengikutinya sebuah amalan adalah dilihat dari bebrapa hal diantaranya:
1. Jenis, contohnya tatkala kita akan menyembelih hewan qurban, maka jenis hewan yang akan disembelih harus sesuai yang diajarkan nabi, contohnya kambing, unta, sapi. Maka orang yang berkurban di hari Idul Adha dengan seekor kuda tidak akan diterima, karena menyalisihi perintah
2. Jumlah, dalam ibadah jumlah bilangannya ada yang sudah ditentukan, contohnya adalah jumlah rokaat sholat dhuhur empat rokaat, maka oarng yang melaksanakan sholat dhuhur dengan lima rokaat atau kurang dari emapt rokaat sholatnya tidak diterima
3. Kaifiyah (tatacara), tata cara manasik haji sudah dijelaskan nabi Muhammad Sholallohu’alaihiwasalam
4. Waktu, puasa ramadhan hanya dilaksanakan pada bulan ramadhan, haji hanya dilaksanakan pada musim haji
5. Tempat, tempat haji dan umrah adalah di Makah, maka tidak boleh seseorang melaksanakan ibadah haji dan umrah di selain makah.
6. Sebab, sebab seseorang harus mandi wajib diantaranya, haid, nifas, jima’, mimpi basah.
Inilah syarat mengikutinya sbuah amal.

Hadits 2,
لا يقبل الله صلاة أحدكم إد أحدث حتى يتوضأ
Alloh tidak menerima sholat seseorang jika berhadats sampai ia berwudhu.
أحدكم, berlaku untuk individu atau orang secara umum (tidak temasuk anak kecil yang belum baligh).
Hadats terbagi menjadi dua, yaitu hadats kecil dan hadats besar.
Hadats kecil disebabkan karena keluarnya sesuatu dari 2 lubah (kemaluan dan anus), untuk mensucikannya kita harus berwudhu.
Sedangkan hadats besar disebabkan karena mimpi basah, haid, atau jima walapun tidak sampai keluar sperma.

Hadits 3,
Celakalah seseorang yang tidak membasuh tumit kakinya.

Pagi yang Indah

Sabtu, 28 Juni 2014 uyab
Dipagi yang semoga Alloh Subhanahuwata’ala memberkahi saya dalam menyusun tulisan ini, insyaAlloh dalam tulisan ini saya akan ceritakan kegiatan yang telah saya jalani pada hari sebeulumnya.
Jum’at 27 Juni 2014, hari yang Alloh Subhanahuwata’ala berkahi saya memulai aktivitas dengan Alloh bangunkan aku saat adan subuh berkumandang, aku mengambil wudhu dilanjutkan melaksanakan sholat sunnah fajar, lalu aku pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat subuh berjama;ah.
Seperti biasa selasai sholat subuh aku membaca dikir pagi, mudah-mudahan amal ini senantiasa aku dawamkan dan Alloh memberikan keistiqomahan kepadaku, aminn.
Selepas membaca dikir pagi, selanjutnya aku membaca alqur’an dan membaca buku yang pernah aku pelajari di takhassus (kursus) bahasa Arab di Bintaro.
Berdasarkan hasil rapat hari kamis malam, aku ditugasi untuk pergi ke bank untuk menanyakan persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk pembuatan rekening yayasan.
Setelah aku mandi dan sarapan aku memutuskan untuk pergi ke bank pada pukul 08.10 WIB. Bank yang pertama kali aku kunjungi adalah bank BXA cabang Pamulang. Saat aku masuk ke lokasi parkir dan hendah menekan tombol pintu parkir, seorang petugas keamanna (satpam berpakain putih) menyruhku untuk langsung masuk dan langsung memarkirkan motorku. Lalu aku bertanya kepadanya apakah bank BCA telah buka dan beliau melihat jam tangannya dan menjawab biasanya jam segini sudah buka mas, lalu menyuruhku untuk langsung masuk. Saat aku masuk, sudah ada bebrapa orang yang suadah berdiri di depan pintu rolling door dan aku melihat para petugas bank sudah bersiap siap melayani konsumen, tidak lama kemudian pintu dibuka oleh petugas dan aku ikut berbondong masuk ke dalam, karena apda hari itu saya akan menanyakan tentang persyaratan pembukaan rekening maka aku harus menuju custumer service. Petugas yang membantu mengambilkan nomor antrian bertanya padaku apa keperluaannya dan aku menjawab akan buka rekening baru maka beliau memberikan nomor antrian B005. Mulalilah saya menunggu antrian dengan cara duduk, alhamdulillah ssat itu aku membawa buku bacaan kecil yang dapat aku baca. Buku tersebut berjudul apa kata Imam Syafi’i tentang meluruskan shaf karya Ibnu Saini bin Muhammad. Ternyata lama juga menunggu antrian, karena durasi yang dibutukan untuk melayani satu konsumen saja sekitar 45 menit. Sementara pada bagian custumer service untuk pelayanan bukan pembukaakn rekening baru sudah sampai antrian ke 10. setelah beberapa lama aku menunggu akhirnya dipanggil juga nomor antrian B005, kebetulan saat itu tidak ada nomor antrkian B004. Aku dipersilahkan duduk oleh petugas bang tersebut, dan langsung ditanya apa yang bisa dia bantu. Akupun menjelaskan maksud dan tujuanku datang ke bank tersebut. Dengan segera petugas tersbut meyodorkan sebuah kertas yang berisi pesyaratan yang dibutuhkan untuk pembuatan rekening Yayasan dan saya menyodorkan beberapa pesyaratan yang dibutuhkan, akan tetapi kurang lengkap dan akhirnya petugas bank menyuruh saya untuk melengkap berkas yang dibutuhkan terlebih dahulu.
Setelah memperoleh beberap informasi dari bank tersebut, selanjutnya saya pergi ke kampus unpam fakultas teknik yang berada di witanharja untuk meminta surat keterangan mahasiswa. Laulu perjalanan saya lanjutkan ke Bank BNI Syariah yang berlokasi di Ruko Oggie Plasa. Saat saya menuju ke tempat parkir saya dismabut oleh petugas dan dikasih sebuah kartu paskir dan saya bertanya kepadanya apakah BNI syariah buka dan beliau menjawab buka. Saya langsung menuju BNI dan disambut satpam. Saya dikasih nomor antrian 04 dan saya dipersilahkan untuk duduk. Sekitar 10 menit saya menunggu antrian akhirnya aku dipanggil juga. Seperti di bank sebelumnya sayapun mengutarakan maksud kedatangab saya ke bank tersebut, lalu petugas bank itu memperlihatkan kepada saya selembar kertas yang berisi persyaratan untuk pembuatan rekening yayasan. Di bank ini pun saya diminta fotokopy akte pendidrian dan bank memberikan keringan dengan menitipkan kepada saya aplikasi pengajuan pembuatan rekening baru.
Perjalanan dilanjutkan ke Bank Mandiri untuk menyetorkan uang proposal sebesar Rp650.000. Kemudian aku lanjutkan untuk pergi ke masjid Assunah untuk melaksamakan sholat jum’at. Ba’da sholat saya betemu dengan ust. Aef Saefullah dan Harun. Lalu aku meminjam hardisk kepada belia yang hendak aku salin video belajar bahasa Arab takhassus. Setelahj selesai maka saya mohon iin kepada Ust. Aef untuk mengikuti pelajaran bahasa Arab di kelas Syari’ah.. dan selanjutnya aku pulang ke kosan. Rasa laper aku rasakan disepanjang perjalanan pulang, akhirnya aku putuskan untuk beli lauk di Wateg, aku beli ikan tongkol dan sayur bayam karena nasi sudah ada di kosan saya. Sesampainya di kosan saya segera makan sambil membuka video yang baru saya kopi dari masjid Assunah Bintaro. Rasa ngantuk menghampiri saya saat perut terasa kenyang, ini adalah kenikmatan yang Alloh berikan kepada saya karena banyak orang yang tidak bisa tidur. Saya set alam pada jam 14.45 WIB dan benar saja saya sudah cukup tidur. Badan saya terasa panas dan akhirnya akupun memutuskan untuk mandi dan dilanjutkan sholat Ashar. Selepas sholat saya membaca dikir petang, dan membaca alqur’an. Tetangga saya yang bernama pak Dedi Hariadi mengajak saya olah raga di lapangan, atau sekedar main bola plastik, akan tetapi saya menolak ajakannnya. Beliaupun pergi bersama Ust. Unang. Ust. Muslihin, Fian, Haris dan Fawas. Sementara saya masih duduk di kamar, namun lama kelamaan saya meraskan jenuh juga dan akhirnya aku putuskan untuk menuju lapangan ndan mengikuti olah raga karena aku pikir ini baik untuk kesehatan. Saat saya sampai di lapangan mereka sedang bermain operan bola ke gawang, saya lari lari kecil di sepanjang lapangan, kemudian dilanjutkan sparing. Tim saya ada ust. Muslihin dan Fian, sementara tim pak Dedi ada ust. Unang Haris. Baru bola meluncur saya sudah berhasil mamsukan bola ke gawang lawan dan peemnainan tambah seru. Tak terasa badan kami terasa sangat lelah, karena sudah berapa lama tidak bermain bola. Saya berharap kegiatan ini dapat dirutinkan setiap pekannya agar memperoleh manfaat yang diharapkan.
Kami pulang ke kontrakan dan istirahat, selanjutnya kami membersihkan badan, sebelumnya pak dedi membuat es the manis. Saya mencuci baju karena khawatir besoknya tidak sempat. Terlebih dahulu saya merendam baju dan dilanjutkan menguceknya. Setelah saya mandi dan menjemur pakaian adan berkumandang di beberapa masjid, sore itu adalah hari dimana saya biasa mengikuti kajian di masjid Al-Mujahidin, akan tetapi saya ragu apakah malam itu kajian diadakan atau tidak, karena pada pekan sebelumnya Ust. Muhtarom menyampaikan bahwa jika hari itu sudah mulai puasa, maka kajian akan di pindah di sore hari. Saya memutuskan untuk tetap pergi menuju masjid tersebut, dan sesampainya disana suasana memang sepi, teman saya Sobri menyusl dibelakang dan samapai 5 detik setelah saya. Dia berkata kepada saya kelihatannya ,alam ini kajian libur, akan tetapi saya menafikannya insyaalloh ada dengan jawaban yakin karena saya mwlihat banyak orang yang ikut melaksanakan sholat berjama’ah. Selesai solat saya memutuskan untuk pergi ke tempat kakak saya yang ke-3 dan 4.
Jalanan cukup macet saat saya melewati kawasan Permata Hijau. Waktu Isya’ telah masuk, saya mendapati masjid ada di dekat kawasan Permata Hijau, dan kemudian saya sholat disana. Perjalan saya lanjutkan, saat sampai di kawasan Jembatan 3, ada tetesan hujan, ternyata habis turun hujan di kawasan pluit. Akan tetapi beruntung saya tidak terkena hujan. Saya sampai di tempat kakak dan mengirimkan pesan singkat bahwa saya sudah ada di bawah untuk dibukakan pintu gerbang. Kakak saya tinggal di lantai 3. Saya ngobrol beberapa kata dengan kaka saya yang ke 3. dan tidak terasa sudah pukul 21.00 WIB. Selanjutnya saya minta diajari membuat program visual basic. Dan ternyata program yang ada di notebook saya kurang lengkap fiturnya. Selanjutnya saya buka buka file di Notebook saya dan mendapati filem yang berjudul alangkah lucunya negeri ini dan sayapun menontonnya. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 01.10 WIB, saya putuskan untuk istirahat. Namun sebelum istrirahat saya mengobrol terebuh dahulu bersama kakak saya yang ke 4, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 02.10 WIB. Saya atur waktu alarm pukul 04.45 WIB. Saya terbagun pukul 03.30 WIB namun saya lanjutkan kembali untuk tidur. Dan alhamdulillah Alloh membangunkanku saat pukul 04.43 WIB. Saya ambil wudhu di kamar mandi dan sholat sunnah fajar lalu sholat subuh, membaca Dikir pagi. Setelah itu saya menulis tulisan ini. Semoga bermanfaat.

Ditulis pada 28 Juni 2014 di pagi hari selepas subuh di Pluit.

siapa yang tidak mendambakan tempat tinggal yang nyaman, lingkungan aman?
Ya, tentunya kita semua mendambaknnya.
Lalu yang jadi pertanyaan adalah apakah ada kriteria tempat tinggal tersebut?
Tulisan ini berawal dari sebuah pengalaman merantau di kota dengan tujuan menuntut ilmu. Alhamdulillah orang tua telah mempu membiayai sekolah sampai tingkat SMA, dan sekarang saatnya mencari biaya hidup sendiri mulai dari tempat tinggal, makan dan bekal mencari ilmu. Dengan tekat kesungguhan, ketekunan, dan tak kalah pentingnya restu dan doa dari kedua orang tua serta dukungan saudara saudara yang ada di perantauan juga maka bertambah semangatlah juang menuntut ilmu. Mengharapkan ridho Alloh Subhanahuwata’la tentunya yang menjadi tujuan utama menuntut ilmu ini, agar mendapatkan ilmu yang dapat menumbuhkan rasa takut kepada Rob semesta alam ini. Dan yang pastinya agar jiwa ini lebih berkualitas dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat serta tegaknya agama. Menuntut ilmu tidaklah mudah, berbagai hambatan sering di hadapi, terlebih di kehidupan kota dengan biaya yang tidak sedikit, lingkungan yang beraneka ragam, maka inilah yang menjadi tantangan. Tentunya harus selalu memohon perlindungan Alloh subhanahuwata’ala agar dilindungi dari perbuatan maksiat yang akan menjadi hambatan lanjutnya menuntut ilmu ini. Bersyukur diberi kesempatan oleh Alloh Subhanahuwata’ala belajar di sebuah universitas. Inilah sebuah anugerah yang wajib disyukuri karena tidak semua orang mendapatkannya. Terkadang ada saja halangan dan rintangan yang menunda kesempatan untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Perlu digaris bawahi bahwa tujuan kuliah bukanlah semata-mata untuk mendaptkan gelar, pekerjaan atau jabatan. Tapi dengan kuliah ini adalah bagaimana agar bisa bersikap dewasa dalam mehadapi suatu masalah dan bagaimana cara memecahkannya. Mata pelajaran yang diajarkan dibangku sekolah mulai dari SD sampai perguruan tinggi merupakan ajang latihan memecahkan sebuah masalah. Seperti mengerjakan soal matematika, IPA, dan yang lainnya. Karena masalah di kehidupan nyata kan lebih komplek lagi. Dengan latihan seperti inilah diharakan tatkala seseorang menghadapi problematika kehidupan ia akan lebih siap karena sudah terbiasa.
Masalah yang di hadapinya pun akan bebeda beda, seorang anak SD akan bebeda masalahnya dengan seorang Mahasiswa. Seorang santri berbeda dengan anak yang sekolah di SMP begitu seterusnya. Sma halnya dengan kehidupan nyata yang setiap orang memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Seorang mahasiswa di sebuah kota yang jauh dari keluarga akan mengahadapi masalah tempat tinggal/rumah kost. Dalam memilih tempat tinggal/rumah kost, yang menjadi pertimbangan pertama adalah dekat dengan lokasi kampus, pertaman agar biaya transportasi dapat dihemat, kedua tidak banyak waktu yang terbuang di jalan. Setelah menemukan rumah kost yang dekat dengan lokasi kampus selanjutnya adalah menentukan masalah makan. Anak kost biasanya ada yang makannya di Warteg, atau di kafe, atau ada juga yang kreatif masak sendiri walau cuma nasinya karena tinggal colok aja di magic com dan tinggal beli aja lauknya sesuai selera, ini lebih menghemat, tapi harus mau ribet sedikit sih, karena perlu mencuci peralatan makan dan sebagainya.
Kembali lagi ke masalah tempat tinggal, kenyamanan lingkungan sangat diperhatikan, karena tujuan utama kita tinggal di suatu tempat adalah untuk beristirahat dari penatnya aktivitas sehari hari. Tempat tinggal yang dekat dengan tempat ibadah dan lingkungan orng orang yang taat beribadah dapat menumbuhkan semangat beribadah juga, begitu juga sebaliknya, jika lingkungan tersebut lebih dominan oleh orang orang yang sukanya hura hura maka akan timbulah keingina untuk melakukan hal tersebut.
Berpindah tempat tinggal terkadang kita alami, dengan berbagai alasan, ada yang alasanya karena pindah pekerjaan, atau agar lebih dekat dengan lingkungan tertentu dan lainnnya.
Memang faktor lingkungan menentukan sikap kita, tapi sebenarnya dimanapun tempat tinggal yang terpenting bagaimana sikap kita dalam beradaptasi. Apakah kita akan terwarnai dengan lingkungan atau kita yang akan mewarnai. Jika seseorang taat beribadah dimanapun berada, maka lingkungan tidak akan berpengaruh banyak terhadapnya. Memang tidak salah kita berharap lingkungan yang taat beribadah, tetapi malah tekadang saat kita sudah berada di lingkungan tersebut malah timbulah rasa malas menjalankan ibadah di dalam diri kita. Contohnya saat kita dekat dengan masjid, maka kita akan lebih santai berangkat ke masjid tersebut, berbeda dengan yang rumahnya jauh dari masjid, terkadang mereka lebih datang awal. Begitu juga dengan fasilitas yang ada. Saat semua fasilitas yang dapat memudahkan kita ada, maka rasa malas itu akan timbul.
Jadi kesimpulannya. Sebuah lingkungan tempat tinggal adalah penting.